Rabu, 07 November 2012

Hydrocephalus


PENDAHULUAN

1.1 latar belakang

Hydrocephalus telah  dikenal sajak zaman Hipocrates, saat itu hydrocephalus dikenal sebagai penyeban penyakit ayan. Di saat ini dengan teknologi yang semakin berkembanga maka mengakibatkan polusi didunia semakin meningkat pula yang pada akhirnya menjadi factor penyebab suatu penyakit, yang mana kehamilan merupakan keadaan yang sangat rentan terhadap penyakit yang dapat mempengaruhi janinnya, salah satunya adalah Hydrocephalus. Saat ini secara umum insidennya dapat dilaporkan sebesar tiga kasus per seribu kehamilan hidup menderita hydrocephalus. Dan hydrocephalus merupakan penyakit yang sangat memerlukan pelayanan keperawatan yang khusus.
Hydrocephalus itu sendiri adalah akumulasi cairan serebro spinal dalam ventrikel serebral, ruang subaracnoid, ruang subdural (Suriadi dan Yuliani, 2001). Hydrocephalus dapat terjadi pada semua umur tetapi paling banyak pada anak usia dibawah 6 tahun.
Dari data yang didapat dalam kurun waktu 6 (enem) tahun pada kasus Hydrocephalus di Rumah Sakit Umum Daerah Abdul Wahab Sjahranie Samarinda khususnya ruang Angsoka terdapat 101 kasus hydrocephalus dari 6233 kasus penyakit saraf yang ada.

1.2 Rumusan Masalah

Berdasarkan hal tersebut diatas, perumusan masalah yang dapat dibuat yaitu “Bagaimana pelaksanaan Asuhan Keperawatan pada An.S dengan diagnosa medis Hydrocephalus yang dirawat di Rumah Sakit Daerah Abdul Wahab Sjahranie Samarinda?”

1.3 Tujuan Penulisan
Tujuan penulisan karya tulis ilmiah ini terbagi menjadi :

1. Tujuan Umum.
Mengetahui dan mendapatkan gambaran mengenai Asuhan Keperawatan pada An.S dengan Hydrocephalus di Ruang Angsoka Rumah Sakit Umum Daerah Abdul Wahab Sjahranie Samarinda.

2. Tujuan Khusus.
Mendapatkan pengalaman yang nyata pada An.S dengan Hydrocephalus di Ruang Angsoka Rumah Sakit Umum Daerah Abdul Wahab Sjahranie Samarinda tentang :
a. Pengkajian, analisa data yang ditemukan.
b. Menyusun diagnosa keperawatan yang muncul.
c. Menyusun rencana Asuhan Keperawatan.
d. Melaksanakan intervensi keperawatan.
e. Melakukan evaluasi dari Asuhan Keperawatan yang diberikan.
f. Melakukan pendokumentasian.







BAB II
PEMBAHASAN
A.Pengertian Hydrocephalus
Hydrocephalus adalah akumulasi cairan serebro spinal dalam ventrikel serebral, ruang subarachnoid atau ruang subdural (Suriadi dan Yuliani, 2001).
Menurut Mumenthaler (1995) definisi hydrocephalus yaitu timbul bila ruang cairan serebro spinallis internal atau eksternal melebar.

Hydrocephalus merupakan keadaan patologis otak yang mengakibatkan bertmbahnya cairan serebro spinalis tanpa atau pernah dengan tekanan intracranial yang meninggi sehingga terdapat pelebaran ruangan tempat mengalirnya cairan serebro spinal (Ngastiyah, 1997).
Hydrocephalus berkembang jika aliran serebro spinal terhambat pada tempat sepanjang perjalanannya, timbulnya Hydrocephalus akibat produksi yang berlebihan cairan serebro spinal dianggap sebagai proses yang intermiten setelah suatu infeksi atau trauma. Ini dapat terjadi kelainan yang progresif pada anak-anak yang disebabkan oleh papiloma pleksus, yang dapat diatasi dengan operasi (Mumenthaler, 1995).

Klasifikasi Hydrocephalus cukup beragam, tergantung pada factor yang berkaitan dengannya. Menurut Harsono (1996), berikut ini klasifikasi Hydrocephalus yang sering dijumpai diberbagai buku :

a. Menurut gambaran klinik, dikenal Hydrocephalus yang Manifes (Overt hydrocephalus) dan Hydrocephalus yang tersembunyi (Occult hydrocephalus). Hydrocephalus yang namak jelas dengan tanda-tanda klinis yang khas disebut Hydrocephalus Manifes, sementara itu Hydrocephalus dengan ukuran yang normal disebut Hydrocephalus yang tersembunyi.

b. Menurut waktu pembentukan dikenal dengan Hydrocephalus congenital dan Hydrocephalus akuisita. Hydrocephalus yang terjadi pada neonatus atau yang berkembang selama intra-uterin disebut Hydrocephalus congenital sedangkan Hydrocephalus yang terjadi karena cidera kepala selama proses kelahiran disebut Hydrocephalus infantil, sedangkan Hydrocephalus akuisita adalah Hydrocephalus yang terjadi setelah masa neonatus atau disebebkan oleh factor-factor lain setelah masa neonatus.

c. Menurut proses terbentuknya dikenal Hydrocephalus akut yaitu Hydrocephalus yang terjadi secara mendadak sebagai akibat obstruksi atau gangguan absorpsi cairan serebro spinal, dan Hydrocephalus kronik yaitu apabila perkembangan Hydrocephalus terjadi setelah aliran cairan serebro spinal mengalami obstruksi beberapa minggu.

d. Menurut sirkulasi cairan serebro spinal , dikenal Hydrocephalus komunikans dan Hydrocephalus non-komunikans. Hydrocephalus komunikans adalah Hydrocephalus yang memperlihatkan adanya hubungan antara cairan serebro spinal system ventrikulus dan cairan serebro spinal dari ruang subarachnoid, Hydrocephalus non-komunikans berarti cairan serebro spinal system ventrikulus tidak berhubungan dengan cairan serebro spinal ruang subarachnoid.
Hydrocephalus secara teoritis hal ini terjadi sebagai akibat dari tiga mekanisme yaitu : produksi likuor yang berlebih, peningkatan resistensi aliran likuor dan peningkatan tekanan sinus venosa. Sebagai konsekuensi dari tiga mekanisme diatas adalah peningkatan tekanan intracranial sebagai upaya mempertahankan keseimbangan sekresi dan absorpsi (Listiono, 1998).

Hydrocephalus terjadi bila tempat penyumbatan aliran cairan serebro spinal pada salah satu tempat antara tempat pembentukan cairan serebro spinal dalam system ventrikel dan tempat absorbsi dalam ruang subarachnoid. Akibat penyumbatan terjadi dilatsi ruangan cairan serebro spinal diatasnya. Tempat yang sering tersumbat dan terdapat dalam klinik ialah foramen monroi, foramen luschka dan magendie, sisterna magna dan sisterna basialis. Secata teoritis pembentukan cairan serebro spinal yangn terlalu banyak dengan kecepatan absorbsi yang normal akan menyebabkan terjadinya Hydrocephalus, dapat juga Hydrocephalus pada bayi diakibatkan oleh kelainan bawaan (congenital), infeksi, neoplasma dan pendarahan (Ngastiyah, 1997).
Menurut Suriadi dan Yuliani (2001) patofisiologi dari Hydrocephalus yaitu tyerjadi karena adanya gangguan absorbsi cairan serebro spinal dalam subarachnoid dan atau adanya obstruksi dalam ventrikel yang mencegah cairan serebro spinal masuk kerongga subaracnoid karena infeksi, neoplasma, perdarahan atau kelainan bentuk perkembangan otak janin, cairan terakumulasi dalam ventrikel dan mengakibatkan dilatasi ventrikel dan penekanan organ-organ yang terdapat dalam otak.

B.Jenis Hydrocephalus

1. Congenital
Hydrocephalus yang dialami sejak dalam kandungan dan berlanjut setelah
dilahirkan. Disebabkan oleh beberapa faktor termasuk lingkungan atau akrena
perubahan faktor genetika.
2. Acquired
Hydrocephalus yang muncul dalam proses tumbuh kembang bayi. Namun juga bisa
terjadi disegala usia yang umumnya disebabkan oleh penyakit tertentu atau
cedera.
3. Communicating
Kondisi Hydrocephalus dimana CSF masih bisa keluar dari ventrikel namun
alirannya terseumbat setelah itu.
4. Non Communicating
Sumbatan aliran CSF yang terjadi disalah satu atau lebih jalur sempit yang
menghubungkan ventrikel-ventrikel otak. Yang paling umum terjadi adalah
Aqueductal Stenosis, yaitu penyempitan jalur sempit antara ventrikel 3 & 4
dibagian tengah otak (Aqueduct of Slyvius).
5. Ex-Vacuo
Kerusakan otak yang disebabkan oleh stroke atau cedera traumatis lainnya yang
mungkin menyebabkan penciutan jaringan otak atau athrophy.
6. Normal Pressure H
Umum terjadi pada mereka yang berusia lanjut dengan gejala umum seperti
hilangnya daya ingat, dimensia, gait disorder atau kemunduran gerak tubuh.
Kasus Hydrocephalus terjadi 1 : 500 kelahiran. kondisi ini bsia dideteksi sejak masih dalam kandungan ( Congenital Hydrocephalus ) sehingga tindakan lanjut dari kondisi ini sudah bisa disiapkan sejaka sebelum persalinan. Sekalipun
masih belum jelas dipahami tentang pemicu Hydrocephalus, nemun beberapa
kemungkinannya adalah :
1. Faktor Keturunan (Aqueductal Stenosis).
2. Gangguan tumbuh kembang janin seperti Spina Bifida, atau Encepalocele
(hernia jaringan syaraf karena cacat tempurung kepala)
3. Komplikasi persalinan prematur (pendarahan intraventrikular,
meningitis, tumor, cedera keapal traumatis, atau pendarahan subarachnoid).
C.Penyebab Hydrocephalus
Penyebab-penyebab dari hydrocephalus masih belum dimengerti dengan baik. Hydrocephalus mungkin berakibat dari kelainan-kelainan genetik yang diturunkan (seperti kerusakan genetik menyebabkan aqueductal stenosis) atau penyakit-penyakit perkembangan (seperti yang berhubungan dengan kerusakan-kerusakan tabung neural termasuk spina bifida dan encephalocele). Penyebab-penyebab yang mungkin lainnya termasuk komplikasi-komplikasi dari kelahiran premature seperti intraventricular hemorrhage, penyakit-penyakit seperti meningitis, tumor-tumor, luka kepala traumatic, atau subarachnoid hemorrhage, yang menghalangi jalan keluar dari CSF dari ventricles ke cisterns atau mengeliminasi jalan-jalan lintasan untuk CSF kedalam cisterns.

D. Gejala
Pada bayi, indikasi yang paling nyata dari Hydrocephalus adalah pembesaran kepala disertai gejala lain seperti muntah, mengantuk, cengeng, mata layuh & kejang.
Anak-anak atau orang dewasa memberikan reaksi yang berbeda karena tempurung
kepala tidak lagi bisa membesar untuk mengakomodir penumpukan jumlah CSF.
Gejala umumnya adalah muntah, mengantuk, papillederma (pembengkakan bagian
syaraf optik), pandangan yang tidak jelas, diplopia (pandangan ganda), mata
layu, kehilangan keseimbangan, dna kehilangan daya ingat.
Gejala yang dialami dalam setiap kasus berbeda-beda, tergantung dari kemajuan
manifestasi Hydrocephalus itu sendiri.

E. Diagnosa
Dalam mendiagnosa Hydrocephalus dilakukan lewat evaluasi klinis seorang dokter
spesialis syaraf dengan bantuan teknik foto kepala seperti Ultrasonography, CT
( Computed Tomography ), MRI ( Magnetic Resonance Imaging ) serta teknik-teknik
lain untuk mengukur besarnya tekanan dikepala.
F. Perawatan& Pengobatan
Penanganan Hydrocephalus umunya dilakukan dengan membuat sebuah 'Shunt' untuk
mengalirkan CSF kebagian sistim syaraf pusat lainnya sehingga CSF bisa diserap
dalam sistim sirkulasi. Shunt ini terdiri dari tube fleksibel, kateter serta
katup.
Untuk kasus yang terbatas, pasien bisa dirawat dengan alternatif lain yang
disebut Ventricolostomy Ketiga. Dnegna menggunakan neuroendescope, kamera kecil
dimasukkan kedalam bagian kepala untuk memeriksa permukaan ventrikular. Lubang
kemudian dibuat pada ventrikel ke 3 agar CSF bisa mengalir kembali.
Pembuatan Shunt memiliki kemungkinan komplikasi lanjut seperti overdraining
atau underdraining. Overdraining terjadi apabila produksi CSF lebih lambat dari
proses pendistribusian & pembuangannya. Menyebabkan sakit kepala & pendarahan
http://htmlimg1.scribdassets.com/fuorv7u09h5fpts/images/5-e7130fc0ec/000.jpg
Sementara Underdraining terjadi bila CSF tidak cukup cepat dialirkan sehingga
kondisi Hydrocephalus terulang kembali.
Penanganan pasien Hydrocephalus dapat menyelamatkan dna mempertahankan hidup.
Tentu bisa tidak ditangani secepatnya dan dengan benar bisa berakibat fatal



BAB III
PENUTUP
A.      Kesimpulan

Hydrocephalus adalah akumulasi cairan serebro spinal dalam ventrikel serebral, ruang subarachnoid atau ruang subdural (Suriadi dan Yuliani, 2001).
Menurut Mumenthaler (1995) definisi hydrocephalus yaitu timbul bila ruang cairan serebro spinallis internal atau eksternal melebar.
Jenis-jenis Hydrocephalus yaituCongenital,Acquired,Communicating,NonCommunicating,Ex-Vacuo,NormalPressure.
Penyebab-penyebab dari hydrocephalus masih belum dimengerti dengan baik. Hydrocephalus mungkin berakibat dari kelainan-kelainan genetik yang diturunkan (seperti kerusakan genetik menyebabkan aqueductal stenosis) atau penyakit-penyakit perkembangan (seperti yang berhubungan dengan kerusakan-kerusakan tabung neural termasuk spina bifida dan encephalocele). Penyebab-penyebab yang mungkin lainnya termasuk komplikasi-komplikasi dari kelahiran premature seperti intraventricular hemorrhage, penyakit-penyakit seperti meningitis, tumor-tumor, luka kepala traumatic, atau subarachnoid hemorrhage, yang menghalangi jalan keluar dari CSF dari ventricles ke cisterns atau mengeliminasi jalan-jalan lintasan untuk CSF kedalam cisterns.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar