Rabu, 07 November 2012

KOMUNIKASI DALAM PEMASARAN SOSIAL


BAB I
PENDAHULUAN

A.        Latar Belakang
Pembangunan, pada dasarnya, bertujuan untuk mendapatkan hal-hal yang lebih baik dibandingkan sebelumnya. Baik itu pada hal-hal yang bersifat moral maupun material. Agar perubahan sikap terhadap ide-ide sosial itu semakin cepat dan efektif, maka diperlukan suatu usaha memasarkan ide-ide tersebut. Pendekatan komersial terhadap pemasaran ide-ide sosial merupakan alternatif yang dipandang ampuh untuk menghasilkan perubahan social yang diharapkan. Seperti dikatakan oleh Wiebe: Semakin kampanye perubahan sosial menyerupai kampanye produk komersial, semakin tinggi pula kesuksesan kampanye social tersebut.
Pemasaran sosial merupakan bagian dari bidang studi komunikasi. Salah satu definisi  komunikasi yang relevan dengan bahasan ini adalah seperti yang dikemukakan Arnold dan Hirsch : Suatu proses penyampaian pesan yang bertujuan untuk mempengaruhi perilaku penerima pesan.
   Pengertian yang paling sederhana mengenai pemasaran social adalah penggunaan prinsip-prinsip dan teknik pemasaran untuk menyampaikan ide atau perilaku tertentu. Suatu bidang komunikasi lain yang hampir mirip dengan pemasaran social adalah komunikasi pembangunan. Hal yang membedakan kedua bidang studi komunikasi ini adalah pada proses dan strategi penyampaian pesannya.

B.        Rumusan Masalah
1.     Menjelaskan definisi ?
2.     Menjelaskan perencanaan komunikasi pemasaran sosial ?
3.     Bagaimana strategi komunikasi pemasaran sosial ?
4.     Bagaimana dampak komunikasi pemasaran sosial ?


C.        Tujuan
1.     Untuk mengetahui definisi.
2.     Untuk mengetahui perencanaan komunikasi pemasaran sosial
3.     Untuk mengetahui strategi komunikasi Pemasaran sosial.
4.     Untuk mengetahui dampak komunikasi pemasaran sosial.


BAB II
PEMBAHASAN

A.        Definisi
Komunikasi pemasaran sosial merupakan pola, perencanaan, kebijakan, serta tujuan dari suatu organisasi berbadan hukum dalam melakukan penawaran dan pertukaran gagasan sosial dengan mempergunakan perangkat komunikasi yang dilaksanakan melalui proses sosial sehingga seorang individu dan kelompok mampu perilaku yang menjadi sasaran pemasaran sosial.
Konsumen mungkin akan aktif mencari informasi tersebut. Pada sisi lain, produsen menyadari situasi tersebut sehingga berusaha mengirim dan menyebarkan informasi tentang produk kepada (adanya produk baru, manfaat dan kegunaan produk, harga, dimana dan kapan dapat dibeli) mereka. Untuk itu produsen perlu melakukan kagiatan promosi dengan berkomunikasi kepada konsumen. Karena kegiatan promosi pada dasarnya adalah proses komunikasi antara produsen dengan konsumen, maka pemahakaman komunikasi bagi produesn sangat diperlukan.
Contoh aplikatif komunikasi dalam pemasaran sosial yaitu : kampanye media. Kampanye media dapat dengan menggunakan pesan-pesan kesehatan yang dikemas dalam suatu paket informasi yang disampaikan kepada masyarakat berdasarkan tingkat/target dari sasaran komunikasi (individu, kelompok, keluarga, atau masyarakat). Difusi inovasi adalah transformasi suatu bentuk yang baru yang disampaikan kepada masyarakat, yang terdiri dari gagasan, pendekatan, dan strategi baru..

B.        Perencanaan Komunikasi Pemasaran Sosial
Perencanaan komunikasi pemasaran sosial yaitu :
1.     Analisa situasi : melakukan analisa situasi pemasaran sosial
2.     Analisa SWOT (strenght weakness opportunity threat) : melakukan analisa produk berdasar 4 elemen SWOT.
3.     Tujuan : tujuan yang ingin dicapai melalui komunikasi pemasaran sosial.
4.     Sasaran dan kompetitor : sasaran dan kompetitor dalam pemasaran sosial.
5.     Pemilihan segmen : pembagian segmen dalam pemasaran sosial.

Agar komunikasi pemasaran efektif, perlu di pertimbangkan :
1.     Penetapan tujuan dan respons komunikasi.
2.     Penetapan sasaran komunikasi (target audiens).
3.     Rancangan pesan dan media komunikasi.
4.     Pengemabngan promotional mix.
5.     Penyusunan anggaran.
6.     Evaluasi dan pengendalian komunikasi.

C.        Strategi Komunikasi Pemasaran Sosial
Strategi komunikasi pemasaran yaitu :
1.     Menyebutkan dan mendefinisikan keempat aIat bauran promosi.
2.     Memberikan garis besar langkah-langkah untuk mengembangkan komunikasi pemasaran yang efektif.
3.     Menjelaskan metode penentuan anggaran promosi serta faktor-faktor yang mempengaruhi desain bauran promosi.
4.     Mengenali faktor-faktor yang paling mempengaruhi perubahan lingkungan komunikasi pemasaran saat ini.
5.     Membahas proses dan keuntungan komunikasi pemasaran.

Elemen-elemen dalam proses komunikasi








D.        Dampak Komunikasi Pemasaran Sosial
1.     Pesan di terima, bila pesan sukses mengkomunikasikan  manfaat atau keuntungan produk yang di anggap penting oleh segmen sasaran.
2.     Evaluasi terhadap komunikasi bisa memberikan umpan balik bagi pemasar.
3.     Pesan akan di tolak lantaran di anggap kurang kreditebel atau pesan tidak dipercaya.

Perilaku konsumen
1.     Konsumen semakin canggih.
2.     Akses informasi yang luas.
3.     Penekanan pada nilai (value) memungkinkan konsumen memperoleh produk yang lebih sesuai dengan kebutuhan mereka.
4.     Trend kustomisasi akan cenderung meningkat, sehingga para pemasar cenderung membidik segmen-segmen yang makin kecil (niche) dan bahkan individu-individu.

Proses pemasaran sosial yatu :
1.     Product
Bukan jasa komersil. Ex : sex aman, menurunkan angka cacingan.
2.     Price
Bukan harga barang, tapi keuntungan bagi masyarakat.
3.     Place
Merupakan lingkungan kampanye.
4.     Promotion
Adalah proses mempromosikan.


BAB III
PENUTUP

A.        Kesimpulan
Komunikasi pemasaran sosial merupakan pola, perencanaan, kebijakan, serta tujuan dari suatu organisasi berbadan hukum dalam melakukan penawaran dan pertukaran gagasan sosial dengan mempergunakan perangkat komunikasi yang dilaksanakan melalui proses sosial sehingga seorang individu dan kelompok mampu perilaku yang menjadi sasaran pemasaran sosial.

Agar komunikasi pemasaran efektif, perlu di pertimbangkan :
1.     Penetapan tujuan dan respons komunikasi.
2.     Penetapan sasaran komunikasi (target audiens).
3.     Rancangan pesan dan media komunikasi.
4.     Pengemabngan promotional mix.
5.     Penyusunan anggaran.
6.     Evaluasi dan pengendalian komunikasi.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar