Rabu, 07 November 2012

PEMANIS BUATAN



PEMANIS BUATAN

2.1        Pengertian

Pemanis buatan adalah bahan kimia yang ditambahkan kedalam bahan makanan dan minuman untuk memberi rasa manis. Alasan produsen menggunakan pemanis buatan tentu saja berkaitan dengan upaya mereduksi ongkos produsi. Dengan sedikit pemanis saja sudah bisa menggantikan konsentarasi gula dengan tingkat kemanisan hingga 300 kali. Keuntungan yang diperoleh akan berlipat-lipat. Kita bisa saksikan produk jajanan anak-anak yang beraneka ragam dipasaran bisa didapatkan dengan harga yang relatif murah. Namun, akibat yang ditimbulkan oleh produk-produk tersebut amatlah fatal.

          Namun akhir-akhir ini berbagai hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan pemanis buatan membawa pengaruh buruk pada kesehatan. Anak-anak merupakan konsumen yang paling rentan terhadap dampak negatif dari pemanis buatan. Otak mereka masih berkembang. Beragam riset menunjukkan bahwa pemanis buatan, Berpotensi memicu keterbelakangan mental akibat penumpukan Fenilalanin menjadi Tirosin pada jaringan syaraf. Efek dari pemanis buatan pada manusia memang tak mewujud seketika. Ia terus berakumulasi dan akan dipanen setelah sianak beranjak dewasa. Karena itu, fenomena ini disebut juga sebagai silent disease. Yang paling penting untuk dilindungi dari pemanis buatan ini adalah anak-anak. Karena mereka masih sangat rentan terhadap pengaruh bahan-bahan berbahaya. Anak-anak sangat mudah dipengaruhi oleh iklan yang mereka saksikan sementara pengetahuan mereka belum menjangkau informasi yang diperoleh.

          Sebenarnya BPOM telah mengeluarkan aturan pengunaan bahan tambahan makanan demi melindungi konsumen, namun sayangnya tidak semua produsen makanan mematuhi aturan ini. Sehingga kita sebagai konsumen dituntut untuk lebih jeli dalam menentukan produk-produk yang akan dikonsumsi agar terlindung dari bahan-bahan yang bisa membahayakan kesehatan.

          Menurut BPOM, pelanggaran yang sering dilakukan oleh produsen makanan dan minuman antara lain;
1.        Mengubah komposisi produk saat pengurusan izin, sehingga produk sampel tidak sama dengan yang beredar di pasaran.
2.        Tidak mencantumkan informasi komposisi pada kemasan produk.
3.        Tidak memberi label peringatan penggunaan Bahan Tambahan Makanan.
Berbagai informasi kemanan pangan perlu dicermati bukan untuk menimbulkan kepanikan dan ketakutan yang berlebihan. Namun untuk mengajak para konsumen untuk lebih bijak dan waspada serta peduli pada kesehatan.

2.2        Fungsi dan Mekanisme Pemanis

          Pemanis merupakan komponen bahan pangan yang umum, oleh karena itu agak aneh kalau dimasukkan ke dalam daftar bahan tambahan makanan. Oleh karena itu, pemanis yang termasuk BTM adalah pemanis pengganti gula (sukrosa). Pemanis, baik yang alami maupun yang sintetis, merupakan senyawa yang memberikan persepsi rasa manis tetapi tidak (atau hanya sedikit) mempunyai nilai gizi (non-nutritive sweeteners).

          Mekanisme Kerja Suatu senyawa untuk dapat digunakan sebagai pemanis, kecuali berasa manis, harus memenuhi beberapa kriteria tertentu, seperti :
1.        Larut dan stabil dalam kisaran pH yang luas.
2.        Stabil pada kisaran suhu yang luas.
3.        Mempunyai rasa manis dan tidak mempunyai side atau after-taste.
4.        Murah, setidak-tidaknya tidak melebihi harga gula.

          Senyawa yang mempunyai rasa manis strukturnya sangat beragam. Meskipun demikian, senyawa-senyawa tersebut mempunyai feature yang mirip, yaitu memiliki sistem donor/akseptor proton (sistem AHs/Bs) yang cocok dengan sistem reseptor (AHrBr) pada indera perasa manusia.

2.3        Macam-Macam Pemanis

          Sesuai dengan keputusan Badan POM tahun 2004 pasal 22, pemanis buatan digunakan untuk makanan rendah kalori dan makanan tanpa penambahan gula. Selain itu, pemanis buatan ini sebenarnya hanya untuk penderita Diabetes Mellitus. Dan jenis dari pemanis buatan itu sendiri antara lain;
1.         Siklamat
       Sudah lama diteliti tidak dianjurkan untuk anak, kerap dicampur dengan pemanis lain. Cita rasanya menyenangkan, karena bisa menutupi rasa pahit dan mempertajam rasa dari campuran. Di Amerika sudah lama dilarang karena secara signifikan meningkatkan kejadian penyakit tumor. Siklamat lebih banyak digunakan oleh produsen tingkat industri besar, disebabkan sifatnya yang tidak menimbulkan “after taste” pahit serta sifatnya yang mudah larut dan tahan panas, sehingga banyak digunakan terutama dalam produk-produk minuman ringan. Batas maksimum penggunaan siklamat menurut ADI (acceptable daily intkae) yang dikeluarkan oleh FAO ialah 500 - 3000 ppm.

2.         Sakari
       Sudah dikenal 100 tahun lalu, namun masih diselidiki apakah mengandung zat Karsinogenik. Manisnya 200-700 kali lebih manis. Banyak terdapat di berbagai makanan kemasan, soft drink, permen karet, produk ini sudah lama beredar di pasaran. Rasanya bisa berubah agak pahit usai dipanaskan. Pemanis ini sempat dicurigai dapat meningkatkan risiko kanker. Namun, sekitar 30 penelitian ilmiah menyatakan sakarin cukup aman untuk dikonsumsi.

3.        Aspartam
       Aspartam merupakan pemanis rendah kalori dengan kemanisan 200 kali kemanisan gula, kandungan energi aspartam sangat rendah yaitu sekitar 4 kCal (17 kJ) per gram, sehingga sangat populer untuk produk-produk diet.
Keunggulan aspartam lainnya yaitu :
·           mempunyai energi yang sangat rendah,
·           mempunyai cita rasa manis mirip gula,
·           tanpa rasa pahit,
·           tidak merusak gigi,
·           menguatkan cita rasa buah-buahan pada makanan dan minuman,
·           dapat digunakan sebagai pemanis pada makanan atau minuman bagi penderita diabetes.
       Aspartam mulai diizinkan penggunaannya oleh FDA (Food and Drug Adminstrasion) sejak tahun 1981. Jumlah konsumsi aspartam yang diizinkan adalah sebesar 40 mg/kg berat badan. Saat ini, lebih dari 5000 produk makanan di dunia yang menggunakan aspartame sebagai bahan aditifnya. Jenis produk minuman dan makanan tersebut antara lain:
·           Minuman (soda, jus buah, teh es, kopi, dan minuman cokelat).
·           Produk olahan susu (yogurt, milkshake bubuk, es krim, dan puding).
·           Produk konfeksi (permen karet, permen / manisan, cokelat, permen penyegar napas).
·           Produk sereal olahan.
·           Bahan pengawet buah (garam buah dan produk buah kalengan).
·           Obat-obatan dan vitamin (tablet effervescent, tablet kunyah, multivitamin, dan obat sachet).
·           Digunakan juga untuk pemanis di restoran atau kantin.
·           Dijual dengan berbagai merk dagang. Misalnya Equal dan Tropicana Slim.
Namun, ada Riset European Ramazzini Foundation membuktikan bahwa pemanis buatan Aspartam berisiko memicu kanker dan leukimia.

4.        Sukralosa
       Klorinasi gula(sucrose), sudah banyak ditemukan efek samping seperti timbul rasa cemas, serangan panik, sakit kepala, gelisah, alergi dan diare. Rasanya: 600 kali lebih manis dan banyak terdapat di makanan dan minuman kemasan. Manisnya tetap bertahan meski dipanaskan. Negatifnya, tak bisa dicerna tubuh. Lebih dari 100 studi menyebut produk ini aman.

5.        Xylitol
       Biasanya akan terasa dingin jika mencair dalam mulut, sering dipakai pada permen dan tablet hisap.

6.        Sorbitol
       Sudah dipakai selama 50 tahun terakhir. Sebagai pemanis, rasanya lembut, memberi efek dingin pada mulut.

Tingkat Kemanisan Relatif dari Berbagai Bahan Pemanis
Nama bahan pemanis
Kemanisan relatif
Sukrosa (gula tebu)
100
Laktosa (gula susu)
16
Glukosa (gula darah)
74
Fruktosa (gula tebu)
173
Siklamat
3.500
Sakarin
50.000
Aspartam
20.000
Asesulfam K
20.000

                Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) jelas-jelas mengatakan, pemanis buatan hanya digunakan pada pangan rendah kalori dan pangan tanpa penambahan gula. Adapun sampel-sampel yang disisir LKJ meliputi produk jelly, permen, dan minuman. Ini produk jajanan anak-anak.. Ada 25 merek jelly, 16 merek minuman serbuk, dan 8 merek permen. Kelebihan zat pemanis ditemukan bukan hanya pada merek-merek tak terkenal, tetapi juga brand-brand yang sering nongol di layar televisi. Bukan cuma mengandung konsentrasi pemanis tinggi, produk itu juga seperti berupaya menyembunyikan sesuatu. Beberapa produk, seperti Okky Jelly Drink, Okky Bolo Drink, Happydent White, Yulie Jelly, Donna Jelly, Lotte Juicy Fresh, Vidoran Freshdrink, Naturade Gold, dan Mariteh Instant, tidak mencantumkan batas maksimum penggunaan pemanis buatan Aspartam. Ini, menurut Lies, menyangkut perkara cukup penting. Karena itu pencantuman komposisi pemanis pada produk amat penting, sebab ada acceptable daily intake (ADI) atau batas jumlah pemanis yang boleh dikonsumsi seseorang sepanjang hidup.

2.4        Standar Penggunaan Pemanis Dalam Produk Pangan

    Evaluasi penerapan standar pemanis buatan dilakukan dengan cara melakukan penelurusan informasi berdasarkan keterangan yang tercantum pada kemasan produk pangan. Informasi yang diamati dari kemasan produk meliputi: jenis dan kandungan pemanis yang digunakan, serta peringatan mengenai penggunaan dan efek samping sesuai ketentuan yang dipersyaratkan SNI 01-993-2004 tentang Persyaratan Penggunaan Pemanis Buatan dalam Produk Pangan, dan Peraturan Pemerintah RI No.69 Tahun 1999 tentang Label dan Iklan Pangan. Kategori produk pangan yang dijadikan sampel adalah produk minuman, permen dan kembang gula, permen karet, serta produk-produk suplemen kesehatan. Pada tulisan ini yang dimaksud dengan produk minuman adalah produk minuman non alkohol dalam kemasan siap minum, yang meliputi: minuman berkarbonasi, air mineral, minuman olahraga (sport drink), minuman herbal, jus/sari buah, teh, dan kopi. Analisis data dilakukan secara deskriptif dan eksplanatif dengan menggunakan presentasi tabuler.

          Hasil riset LKJ menunjukkan bahwa telah terjadi pelanggaran terhadap aturan yang dikeluarkan pemerintah tersebut, yang diantaranya adalah:
1.        HASIL TEMUAN - PELANGGARAN LABELING
Tidak mencantumkan peringatan untuk pasien PKU (fenilketonuria).
KETERANGAN : Berdasarkan Peraturan Kepala POM No. HK 00.05.5.1.4547/2004 pasal 6 ayat 3: Untuk produk pangan yang mengandung aspartam wajib mencantumkan peringatan untuk pasien PKU yang tertulis jelas pada kemasan produk
MERK PRODUK yaitu :
1.         Okky Jelly Drink.
2.         Okky Bolo Drink.
3.         Happydent White.
4.         Yulie Jelly.
5.         Donna Jelly.
6.         Lotte Juicy Fresh.
7.         Vidoran.
8.         Freshdrink.
9.         Mariteh.
10.    Naturade Gold.

2.        HASIL TEMUAN - PELANGGARAN LABELING
Tidak mencantumkan batas maksimum penggunaan (ADI) Aspartam.
KETERANGAN : Berdasarkan Peraturan Kepala POM No. HK 00.05.5.1.4547/2004 ADI aspartam 50 mg/kg Berat Badan per hari.
MERK PRODUK yaitu :
1.         Okky Jelly Drink.
2.         Mariteh Instan.
3.         Naturade Gold.
4.         Vidoran Freshdrink.

3.        HASIL TEMUAN - PELANGGARAN LABELING
Tidak mencantumkan jumlah pemanis buatan yang digunakan.
KETERANGAN : Berdasarkan Peraturan Kepala POM No. HK 00.05.5.1.4547/2004 pasal 6 ayat 1 yang menyebutkan bahwa produk pangan yang mengandung pemanis buatan harus mencantumkan jenis dan jumlah pemanis buatan dalam komposisi bahan atau daftar bahan pada label.
MERK PRODUK yaitu :
1.         Okky Jelly Drink.
2.         Okky Bolo Drink.
3.         Happydent White.
4.         Alloy Jelly.
5.         Donna Jelly.
6.         Lotte Juicy Fresh.
7.         Hore.
8.         Jas Jus.
9.         Disney Segarsari.
10.    Nutrisari Hangat.
11.    Segar Dingin.
12.    Frutillo Magic.
13.    Vidoran.
14.    Freshdrink.
15.    Pop Ice.
16.    Ice Milk Jus.
17.    Marimas.
18.    Finto.
19.    Buah Sari.
20.    Mariteh Instan.
21.    Teh Sisri.
22.    Marimas Degan.
23.    Kola-kola.
24.    Sparta Pop Drink.

4.        HASIL TEMUAN - PELANGGARAN LABELING
Mengandung gula juga mengandung pemanis buatan.
KETERANGAN : Keputusan Kepala BPOM No. HK 00.05.5.1.4547/2004 pasal 2 ayat 2:
Pemanis buatan digunakan pada pangan rendah kalori dan pangan tanpa penambahan gula.
MEREK PRODUK yaitu :
1.         Alloy Jelly.

5.        HASIL TEMUAN
Pada label tidak dituliskan mengandung sakarin akan tetapi berdasarkan hasil analisis laboratorium: kandungan sakarin sebesar 19.796 mg/kg .
KETERANGAN
Siklamat label 13 mg/saji (104)
Hasil laboratorium 027%
Catatan:
Batas maksimum sakarin pada produk Jelly 200 mg/kg berdasarkan Permenkes No. 722 th 1988.
HASIL LAB yaitu :
1.         Yulie Jelly.
2.         Jeli Jus.
3.         Okky Jelly.
4.         Inaco Jelly.
5.         Yuppy Gummy Candies.

Produk-produk tersebut (yang mengandung pemanis buatan) diduga melanggar ketentuan yaitu :
1.        Keputusan Kepala Badan POM No HK 00.05.5.1.4547 Tahun 2004 pasal 6 ayat 1 (produk pangan yang mengandung pemanis buatan harus mencantumkan jenis dan jumlah pemanis buatan dalam komposisi bahan atau daftar bahan pada label.
2.        UU No 8 Tahun 1999 Tentang Perlindungan Konsumen (UUPK) pasal 4 butir c (hak atas informasi yang benar, jelas dan jujur mengenai kondisi dan jaminan barang dan/atau jasa), UUPK pasal 7 butir b (memberikan informasi yang benar, jelas dan jujur mengenai kondisi dan jaminan barang dan/atau jasa serta memberi penjelasan penggunaan dan pemeliharaan), UUPK pasal 8 butir i (tidak memasang label atau membuat penjelasan barang yang memuat nama barang, ukuran, berat bersih/isi bersih atau netto, komposisi, aturan pakai, tanggal pembuatan, akibat sampingan, nama dan alamat pelaku usaha serta keterangan lain untuk penggunaan yang menurut ketentuan harus dipasang/dibuat).
3.        Pedoman Umum Pelabelan Produk Pangan Tahun 2004 tentang pelabelan pemanis buatan sebagai komposisi dalam produk pangan.
4.        Permenkes No. 208/Menkes/Per/IV/1985 pasal 10 ayat 2 butir c

          Pelanggaran terhadap ketentuan ini dapat dikenai sanksi administratif berupa peringatan tertulis, pencabutan izin edar, penarikan dan pemusnahan produk pangan yang mengandung pemanis buatan yang sudah beredar. Bahkan selain sanksi administratif, pelanggaran dapat pula dikenai sanksi pidana sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
          Adapun hukuman pidana atas pelanggaran ini beru penjara paling lama 5 (lima) tahun atau pidana denda paling banyak Rp. 2.000.000.000,00 (dua miliar rupiah).

          Berdasarkan hasil penelitian ini dan untuk melindungi kepentingan konsumen, Lembaga Konsumen Jakarta (LJK) merekomendasikan beberapa hal sebagai berikut :
1.        Meminta kepada pemerintah untuk mengawasi dan menertibkan klaim dan pelabelan produk-produk pangan yang mengandung pemanis buatan.
2.        Meminta Pemerintah untuk membatasi penggunaan pemanis buatan pada produk pangan khusus anak-anak.
3.        Menegakkan peraturan terbaru mengenai pemanis buatan (Keputusan Kepala Badan POM No. HK 00.05.5.1.4547 Tahun 2004) mengingat seharusnya penggunaan pemanis buatan dibatasi hanya untuk penderita diabetes mellitus dan orang yang diet karena obesitas, dan penggunaan pemanis buatan tidak pada produk yang mengandung gula.
4.        Menuntut kepada Kepala Badan POM untuk segera menginstruksikan penarikan seluruh produk makanan yang menggunakan pemanis buatan dan melanggar ketentuan yang telah ditetapkan.

          Menghimbau kepada konsumen untuk lebih berhati-hati dalam mengonsumsi makanan, dan lebih memilih bahan-bahan alami yang terbukti aman bagi kesehatan dan ramah lingkungan.

2.5        Tingkatkan Resiko Obesitas dan  Cara menghindarinya

          Meskipun mengandung rendah kalori, pemanis buatan meningkatkan nafsu anak untuk mengkonsumsi makanan yang rasanya manis. Itu bisa terjadi karena tingginya proses metabolisme dalam tubuh.  Jadi, anak akan mencari makanan manis lain dan meningkatkan asupan kalori mereka sehingga, bisa terjadi kelebihan berat badan. Selain Obesitas pengaruh pemanis buatan ini bila sering dikonsumsi adalah :
1.        Karies gigi.
2.        Diabetes Mellitus.
3.        Panyakit kardiovaskuler, asteroklerosis.
4.        Behavioral disturbance(sakit kepala, ganguan belajar, emosi dan mental).
         
            Cara menghindarinya yaitu : Biasakan sikecil mengkonsumsi makanan sehat, antara lain makanan dengan gizi seimbang , perbanyak makanan utama, buah dan susu, kurangi kebiasaan jajan anak yang mungkin mengandung zat pemanis buatan. Sebaiknya teliti dulu zat-zat makanan yang didalamnya sebelum membeli makanan dalam kemasan, beri pengertian anak sedikit demi sedikit tentang bahaya jajan sembarangan, Para orang tua terutama ibu juga bisa belajar membuat jajanan sehat sendiri dirumah untuk anak-anak.



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar